Pekanbaru,skinusantarapost.com
Walau sudah memasuki zona kuning,penyebaran Virus Covid 19,di Wilayah Kota Pekanbaru,namun pergerakan ekonomi di Kota ini masih stagnan atau jalan ditempat,bagi mayoritas pedagang umumnya masih mengeluhkan minimnya transaksi atau rendahnya penjualan.
Dari pantauan langsung disejumlah tepat perdagangan seperti jalan Sudirman, Tuanku Tambusai mayoritas pedagang mengakui penjualan mereka anjlok sampai 50 persen lebih. Hal itu juga berlaku pada pedagang makanan, elektronik, kebutuhan harian hingga tingkat hunian hotel juga menurun drastis. Bahkan beberapa ruko (rumah toko) di pusat kota Pekanbaru ada yang mau disewakan bahkan mau dijual.
Seperti disampaikan Rizal pengelola sebuah hotel kelas menengah di jalan Sisingamangaraja menyebut sejak merebaknya virus Covid 19 setiap hari tidak sampai setengah kamar yang terisi. Kondisi itu juga berlaku disemua hotel dan penginapan di kota Pekanbaru baik hotel berbintang maupun kelas melati. Ia mengaku beban operasional hotel yang tinggi membuat mayoritas hotel merumahkan karyawannya.
“Situasi saat ini sangat sulit. Hunian hotel merosot total, kalau kita ada 50 kamar biasanya 30-an kamar terisi pada akhir pekan, sementara sekarang hunian hanya dibawah 20 kamar. Bahkan pada hari biasa tak sampai 10 kamar yang terisi,”jelas Rizal, Sabtu (25/07/2020).
Tak jauh berbeda, Trisno seorang pedagang bakso keliling mengaku pasrah dan bingung dengan kondisi yang berkembang, karena pendapatannya juga anjlok akibat minimnya pembeli. Bahkan ia menceritakan kalau pada Lebaran Idul Fitri lalu ia tak sempat mudik ke Jawa karena virus Covid 19 dan keterbatasan keuangan.
“Tak bisa dipungkiri mas, akibat virus Covid 19 ini merusak perekonomian. Kita tak tahu sampai kapan situasi berlangsung karena sudah 7 bulan wabah Covid jadi momok menakutkan yang membuat masyarakat ketakutan. Termasuk jajan keluar rumah orang sekarang berhati-hati dan pedagang dirugikan, sehingga kita hanya bisa pasrah,”ulas Trisno.
Sebagai pusat perdagangan dan ibukota propinsi kota Pekanbaru pada akhir pekan sebelum virus Covid 19, selalu ramai dikunjungi warga dari 11 Kabupaten dan kota di Riau. Setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu diprediksi ribuan orang dari daerah berkunjung ke Pekanbaru dan menginap beberapa malam. Seiring merebaknya virus Covid 19 yang membuat warga ketakutan, geliat kota Pekanbaru termasuk “kehidupan malam” juga merosot.rls












